Langsung ke konten utama

Alasan Larangan Mencabut Uban



Alasan Ilmiah Larangan Mencabut Uban
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFJHBptm11y7g7O_u-QF7TCGImaXoLVeWJ9kFDa23n2HSIMII2ZWpjKbXzDEyTY8WV5t52M6f0jjWrt_CC1kI6bGBQculrXUwh6Zt8FCtljyHcUlrHJ528q8WTV9fISj4dI_Q0_pWQqg/s1600/Alasan+Ilmiah+Larangan+Mencabut+Uban.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFJHBptm11y7g7O_u-QF7TCGImaXoLVeWJ9kFDa23n2HSIMII2ZWpjKbXzDEyTY8WV5t52M6f0jjWrt_CC1kI6bGBQculrXUwh6Zt8FCtljyHcUlrHJ528q8WTV9fISj4dI_Q0_pWQqg/s1600/Alasan+Ilmiah+Larangan+Mencabut+Uban.jpg
Uban merupakan rambut yang berubah warna dari hitam menjadi putih dan dianggap sebagai sebagai konsekuensi dari usia tua. Dahulu, uban hanya muncul bagi mereka yang telah lanjut usia, namun kini orang yang masih berusia muda bahkan masih anak-anak ada yang rambutnya sudah beruban. Hal ini disebabkan karena faktor genetis ataupun asupan nutrisi dari makanan yang diperolehnya.

Munculnya uban kerap membuat tidak nyaman sehingga ingin segera mencabut  atau mengganti warnanya dengan warna lain. Tidak sedikit pula yang mencabut uban dengan alasan supaya tampak tetap muda.

Ternyata kegiatan mencabut uban dilarang dalam dunia medis. Menurut laporan terbaru dari Livescience.com, rambut abu-abu yang kemudian memutih ini bisa menjadi tanda yang baik sehat. Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Museo Museo Nacional de Ciencias Naturales di Spanyol, Ismael Galvan pada tahun 2012 lalu.

Dalam studinya Ismael Galvan telah menemukan bahwa orang yang memiliki uban justru panjang umur dan sehat.  Uban muncul karena berkurangnya kadar melanin yang merupakan faktor utama yang menentukan warna kulit dan rambut seseorang. Kebanyakan melanin akan membuat kulit dan rambut tubuh menjadi gelap. Jika melanin berkurang, ini pertanda bahwa tubuh sehat dan kulit menjadi normal.

Ismael Galvan menambahkan, mencabut uban berbahaya bagi kepala karena akan merusak  kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepala. Dengan mencabut uban akibatnya jumlah rambut akan menipis lalu uban akan terlihat lebih banyak meskipun jumlahnya sama. Selain itu, kerusakan folikel akan berdampak pada kesehatan selaput kepala.

“Jauh dari tanda terkait penuaan, uban mengindikasikan kondisi yang baik,” ungkap Ismael Galvan

Sudah dilarang sejak 1400 tahun silam
Jika sains modern baru menemukan sekitar tiga tahun lalu terkait bahaya mencabut uban, maka Agama Islam telah melarang umatnya sejak 1400 tahun lalu agar tidak mencabut rambut putih ini. Melalui Nabi Muhammad SAW, Allah memerintahkan agar tidak mencabut uban dengan alasan keimanan. Namun ternyata, tidak melulu soal iman, Allah memiliki alasan medis tersendiri terhadap larangan ini.

Muhammad bin Hibban At Tamimi rahimahullah, yang lebih dikenal dengan Ibnu Hibban, dalam kitab Shahihnya menyebutkan pembahasan “Hadits yang menceritakan bahwa Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan kesalahan serta akan meninggikan derajat seorang muslim karena uban yang dia jaga di dunia.”

Selain itu, Ibnu Hibban membawakan hadits berikut. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat,” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Penelitian yang umumnya dilakukan oleh non muslim kerap kali menjadi penguat terhadap kebenaran Islam. Pengetahuan ini didapatkan Nabi Muhammad pada saat zaman masih sangat jauh dari sains dan teknologi. Dimana perintah dan larangan yang Ia berikan, hanya dilakukan  oleh umatnya sebagai bentuk ketaatan atas keimanan kepada Allah SWT. Namun ternyata, perintah dan larangannya memang mengandung pengetahuan yang tidak dibayangkan sebelumnya. Subhanallah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Definisi Esai dan Contoh Esai Tentang Diri Sendiri

Definisi Esai Dan Ciri-Cirinya Esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya. Dalam penjelasan lain atau dalam arti luas, Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan. Tipe-tipe Esai Ada enam tipe esai, yaitu : Esai Deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya. Esai Tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam  surat kabar  dan majalah. Esai in...

Astronomi sains

SOAL-SOAL PELATIHAN OLIMPIADE SAINS Bidang: Astronomi Waktu: 5400 detik   1.        Tentukan besar gaya gravitasi suatu planet di Tata Surya yang bekerja pada pesawat ulang alik (space shuttle) bermassa 2000 kg ketika pesawat sedang mengorbit pada ketinggian 1x radius planet! (Diketahui: percepatan gravitasi planet 25 ms -2 .) 2.        a.      Turunkan formula untuk menghitung massa Matahari dari hukum Gravitasi Newton! b.    Hitunglah massa Matahari dengan formula yang diperoleh pada (a) dengan menggunakan data planet Bumi yang diperlukan! 3.        a.      Turunkan formula untuk menghitung kuat medan gravitasi di permukaan planet di Tata Surya! b.      Dengan formula yang didapat pada (a) hitung percepatan gravitasi di permukaan planet yang memiliki massa jenis sama dengan massa jenis Bumi...

Soal Jawaban Planetarium

Soal – Jawaban Fisika (uji coba soal tuk OSN/UN – 26 Maret 2009 – Planetarium) (sumber soal: team pembina OA Astronomi ITB dan SPMB 2007) 1.    Lintasan sebuah partikel dinyatakan dengan X = A + Bt + Ct2. Dalam persamaan itu, X menunjukkan tempat kedudukan dalam cm, t waktu dalam detik, A, B, C masing-masing merupakan konstanta. Satuan C adalah a.    cm/det                        d.  det/cm b.    cm/det2                        e.  cm c.    cm det Jawaban: b Diketahui:    X = A + Bt + Ct2         Satuan X = cm, satuan t = detik Satuan besaran di ruas kiri = satuan besaran di ruas kanan, maka Satuan X = satuan Ct2 Satuan C = satuan X / satuan t2 = cm / detik2 2.    Sebuah benda dilem...