Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Bangkitlah Jiwa yang tidur

Dan suatu saat ketika masa waktu ku memdekati habis. Aku pun secara tiba tiba menoleh kebalakang melihat apa hal yang telah ku perbuat. Dan disana ku meyakini bahwa saat itu akan menyesali semuanya. Ketika sekarang aku masih belum berbuat apa-apa untuk masa depan ku. Dan saat itu tiba. Semuanya sudah terlambat. Bangkitlah jiwa yang terkubur dengan rasa ketakutan yang mencengkeram terlalu erat. Sehingga untuk melangkah menggapai mimpi saja masih takut. Bangkitlah jiwa yang sudah dipenuhi dengan kemalasan. Malas untuk memulai sesuatu. Malas untuk keluar dari zona nyamam. Malas untuk berjuang. Bangkitlah dari jiwa yang dipenuhi rasa ketidak syukuran. Ketika diri tak berusaha tapi sang pencipta masih memberi kesempatan untuk merasakan semua pendidikan. Bangkitlah dari jiwa jiwa yang selalu mengiba kepada orang lain. Terlalu bergantung kepada orang yang bahkan tak menganggap sebagai jiwa yang saling membantu. Bangkitlah jiwa dari rasa keterikatan diri dengan ketermanfaatan. Sehingga me

BINTANG

          Malam ini menjadi lebih panjang dari biasanya. Diri terpaku seolah melihat layar yang sedang menampilkan apa yang telah dilakukan dalam beberapa waktu ini. Waktu terus berjalan tanpa lelah sebagaimana mestinya.  Hanya setangkai daun ini yang selalu terombang ambing, bahkan dengan semilir angin yang menyejukkan sekalipun.           Menatap lalu meratap, tanpa perubahan sedikitpun. Menceritakan lalu menyalahkan. Melihat tapi hati tak tergerak untuk melakukan. Terlalu terkungkung dengan berbagai ketakutan. Melupakan Sang Maha Kuasa yang akan memberi semuanya. Pemikiran sangat sempit. Sesempit saat melihat hamparan layar ini. Mata mampu memandang hamparan namun tak mampu untuk mengambil pelajaran. Sesaat semangat mengobar namun tiba tiba padam leh keraguan. Lagi-lagi keraguan disalahkan. Padahal sendirinya dari dalam yang terlalu penakut dengan semua. Terlalu terlena didalam zona nyaman. Waktu masih memberi kesempatan tapi diri ini selalu menyangkal dengan asumsi bahwa semuan